MU Lebih Memilih Douglas Costa Dari Pada Paulo Dybala Untuk di Tukar Dengan Lukaku

Raksasa Inggris Manchester United diberitakan sedang bernegosiasi dengan Juventus untuk mendatangkan winger mereka Douglas Costa. Kabarnya mereka siap untuk menumbalkan Romelu Lukaku.

Ole Gunnar Solskjaer sendiri pada musim ini baru saja mendapatkan dua pemain baru. Yaitu Daniel James dan Aaron Wan-Bissaka dengan keduanya menyentuk sekitar 70 juta poundsterling.

Sebenarnya Ole juga sedang mencari beberapa pemain yang menempati posisi berbeda. Mulai dari bek tengah,gelandang serta penyerang sayap. Ada nama Nicolas Pepe yang santer diberitakan ingin ditebus oleh Setan Merah. Namun kabar terbaru jika pemain asal Pantai Ganding ini lebih memilih Arsenal sebagai pelabuhan berikutnya.

Nah, dengan demikian management United mencoba mengalihkan incaran kepada pemain lain. Nama Douglas Costa menjadi alternatif berkutnya mengingat mantan pemain Bayern Munchen itu belum tentu masuk dalam rencana Maurizio Sarri pada musim ini.

Sebenarya nama Douglas Costa bukan nama asing bagi klub. Ia sempat menjadi incaran pada pertengahan musim lalu. Tepatnya ketika Ole Gunnar Solskjaer yang mengambil jabatan pelatih dari tangan Jose Mourinho. Ia sudah meminta Ed Woodward untuk segera membawa sang pemain ke Old Trafford. Namun hingga penutupan bursa transfer musim dingin Costa tak kunjung di dapatkan.

Menurut sumber Daily Mail sendiri, Solskjaer kembali meminta klub untuk mendapatkan Costa.ย  Dirinya juga meminta managemen klub untuk memasukan nama Romelu Lukaku guna memperlicin kesepakatan terjadi.

Kenginan mendapatkan Costa sendiri menjadi hal utama menurut Solskjaer, Ia sedang mempersiapkan taktik bermain cepat. Dan nama Costa merupakan pilihan yang tepat untuk mengusung permainan menyerang dengan kedua sisi sayap.

Musim lalu sisi sayap Manchester United tampak melempem, Anthony Martial, Alexis Sanchez hingga Jess Lingard tidak mampu berbicaranya banyak. Ketiganya bahkan sering masuk ke meja perawatan klub yang membuat MU tidak memiliki daya serang yang bagus.

 

Hadapi Cardiff Jadi Laga Terakhir Herrera Bersama Man United

Inggris – Nama Ander Herrera sebelumnya sering kali di spekulasikan perihal masa depan gelandang milik Manchester United tersebut. Namun kini pertanyaan seputar masa depan Herrera akhirnya terjawab dengan publikasi manajemen Man united melalui akun Twitter resmi klub pada hari Sabtu (11/05/2019) kemarin yang mengatakan sang pemain akan meninggalkan Old Trafford pada akhir musim nanti.

Sebagaimana diketahui, Kontrak Herrera sendiri bersama Manchester United memang bakal berakhir pada bulan Juni 2019 nanti. Pembahasan kontrak baru juga sempat terjadi antara manajemen klub dengan pihak Herrera, namun tampaknya ada beberapa hal yang menjadi penyebab tidak tercapainya kesepakatan tersebut hingga akhirnya kerja sama antara gelandang asal Spanyol dengan United harus berakhir pada musim ini.

Herrera sebelumnya didatangkan oleh Manchester United pada 2014 silam dari Athletic Bilbao dengan mahar mencapai 36 juta euro (sekitar Rp 569 miliar). Lima musim berseragam Setan Merah, Gelandang berusia 29 tahun tersebut ikut mempersembahkan setidaknya empat gelar yakni Piala FA dan Community Shield (edisi 2015/16), Piala Liga Inggris (edisi 2016/17) serta Liga Europa (edisi 2016/17).

Untuk kompetisi musim 2018/19 ini, Herrera diberikan kepercayaan untuk tampil sebanyak 28 pertandingan dengan mencatatkan tiga gol dan tiga assist bersama David de Gea dkk di semua kompetisi. Pertandingan menghadapi Cardiff pada hari Minggu 12/05/2019 nanti malam juga menjadi laga terakhir bagi Herrera bersama Manchester United.

Meski demikian, sampai saat ini belum diketahui klub mana yang akan menjadi tujuan Herrera dalam melanjutkan karir sepakbolanya. Beberapa klub besar seperti Paris Saint-Germain diketahui tertarik mendapatkan jasa sang pemain terlebih mereka bisa mendapatkan Herrera secara cuma-cuma pada jendela transfer musim panas nanti.

Pochettino Dianggap Lebih Cocok Ketimbang Solskjaer Untuk Melatih United

Eks pelatih asal Chelsea, Craig Burley berpendapat bahwa Mauricio Pochettino lebih cocok untuk duduk dikursi kepelatihan Manchester United. Untuknya sendiri, Pochettino lebih memiliki pengalaman yang berharga dari pada Ole Gunnar Solskjaer.

Sampai sejauh ini, Manchester United masih belum menentukan siapa manajer yang pantas untuk dipermanen dimusim depan. Solskjaer yang berstatus sebagai pelatih sementara memang lebih diunggulkan untuk bisa mendapatkan kontrak baru dari pihak manajemen United.

Dengan keadaan tersebut, pelatih asal Norwegia ini dianggap berhasil mendongkrak performa skuat Manchester United. Selain nama Ole Gunnar Solskjaer, nama pelatih Mauricio Pochettino dikabarkan akan masuk kedalam daftar pelatih united untuk menangani Paul Pogba dkk diawal musim 2019 – 2020.

Eks pelatih asal Chelsea, Craig Burley berpendapat bahwa Mauricio Pochettino lebih cocok untuk duduk dikursi kepelatihan Manchester United

Kepada media ESPN FC, Burley mengatakan, “Jika yang kita bicarakan saat ini bukan Manchester United, maka saat kita disuruh untuk memilih antara Solskjaer atau Pochettino, maka dipastikan bahwa Pochettino akan memang dengan selisih poling dukungan yang besar terhadapnya”

“Mengapa kita harus bisa menilai situasi ini dengan cara yang berbeda yang hanya dikarenakan Solskjaer saat ini masih berada dimantan klubnya? Memang dalam jangka waktu yang pendek in dirinya sudah melakukan tugasnya dengan luar biasa, tetapi apakah dirinya sanggup menyaingi Guardiola dan Klopp?”, tutup Burley

Burley sangat percaya bahwa Mauricio Pichettino sudah memiliki segudang pengalaman yang banyak diajang Premier League, Jadi pria asal Argentina ini pasti mampu untuk menangani United dengan segudang pengalaman yang sudah dimilikinya.

Kecongkakan Jesse Lingard dibalas oleh pemain Arsenal.

Jesse Lingard, winger tim Manchester United ini ternyata memiliki kontribusi atas kekalahan timnya saat berjumpa dengan Arsenal yang lalu. Walaupun dirinya tidak bermain pada laga tersebut, ternyata ada hal yang di perbuatnya dan hal tersebut membuat para pemain Arsenal termotivasi.

United mengalami kekalahan 2-0 di pekan ke 30 liga Premier. Dengan kekalahan tersebut rekor United yang belum pernah terkalahan semenjak era Solksjaer kini terpatahkan.

Bagi Arsenal ternyata pertandingan ini adalah aksi balas dendam, tepatnya aksi balas dendam terhadap sikap Lingard yang telah ia lakukan pada pertandingan di FA Cup lalu. Pada waktu itu Arsenal mengalami kekalahan 3-1 di Emirates Stadium.

Jesse Lingard pada waktu itu ikut mencetak skor sehingga United menang 3-1 atas Arsenal, kemudian dirinya mengunggah selebrasi dirinya ke sosial media. Ia mengunggah fotonya dengan lokasi ” Lantai Dansa” dan bukan Stadion Emirates.

Dengan kecongkakannya tersebut ternyata banyak pemain Arsenal yang terpicu dan menanamkan motivasi untuk mengalahkan United di kemudian hari, alhasil mereka meraih kemenangan 2-0 kemarin.

Bernd Leno selaku kiper Arsenal mengatakan, pastinya tidak ada yang akan pernah melupakan hal yang seperti itu, bahkan saat seseorang membuat sebuah selebrasi yang pastinya tidak ada yang ingin melihatnya lagi dan hal tersebut menjadi motivasi tersendiri.

Selain Leno ada juga pemain yang terpicu, Mesut Ozil juga muncul dan membalas apa yang diperbuat Lingard. Bahkan Ozil juga mengunggah hal yang sama ke media sosial miliknya.

Ia menuliskan “Lantai dansa ya? Performa luar biasa! Hasil yang bagus! Terima kasih stadion Emirates, Bangga menjadi the Gunners.”

Ivan Perisic Diperebutkan Manchester United dan Inter Milan

Upaya yang dilakukan oleh Manchester United untuk bisa mendatangkan pemain incarannya pada bursa transfer ini mendapatkan saingan dari Atletico Madrid. Kedua klub tersebut sama-sama menginginkan pemain sayap asal Inter Milan, Ivan Perisic.

Dilansir media Gazzetta dello Sport, mereka melaporkan bahwa kedua klub secara tiba-tiba mengeluarkan statement yang menyatakan bahwa mereka memiliki ketertarikan untuk bisa mendapatkan Perisic sedangkan seperti yang kita ketahui sisa waktu yang dimiliki hanyalah tinggal seminggu.

Media asal Italia tersbeut menjelaskan bahwa untuk sementara wakt ini, United dan Atletico sama sama masih dalam tahap pemburuan dan penjelajahan. Inter Milan sendiri masih belum menutup pinta dan masih menunggu perkembangan.

Upaya yang dilakukan oleh Manchester United untuk bisa mendatangkan pemain incarannya pada bursa transfer ini mendapatkan saingan dari Atletico Madrid

Manchester United sebenarnya sudah sangat dekat dengan pemain asal Kroasia pada musim panaslalu dan Beneamata bisa menggunakannya untuk lebih dekat dengan Anthony Martial.

Selain itu, Perisic juga memiliki keinginan untuk bergabung dengan Manchester United. Saat ini Jose Mourinho masih menjadi pelatih MU dan dirinya sangat ingin dilatih oleh Mourinho.

Sayangnya pengrekrutan terhadap Perisic tidak terjadi sampai bursa transfer ditutup saat itu. Perisic masih memilih untuk berseragam biru – hitam dan sampai saat ini dirinya sudah tampil selama 23 laga disemua kompetisi yang sudah dijalaninya dan serta sudah berhasil mencetak 3 gol dan 2 assits.

Sebelumnya juga kalau pelatih Inter Milan, Luciano Spalletti menganggap santai dengan pemberitaan Perisic yang memiliki keinginan untuk bergabung dengan Manchester United. Dirinya mengaku bahwa tidak masalah dengan keinginan Perisic. Pemain tersebut memang memiliki keinginan untuk meninggalkan Inter Milan dan melanjutkan karir di MU.

Solskjaer Angkat Bicara Soal Kepelatihan Mourinho di United

Manajer sementara asal Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer angkat bicara dan mengkriktik strategi kepelatihan dari Jose Mourinho saat masih menangani The Red Devils. Solskjaer menyatakan bahwa Mourinho merepakan taktik kepelatihan yang bodoh saat di Manchester United.

Saat masih berada dikursi kepelatihan dari Manchester United, Jose Mourtinho sering memainkan taktik negative football. Pelatih asal Portugal itu memberikan intruksi kepada Paul Pogba dkk untuk bisa tampil bertahan khususnya saat menghadapi klub besar lainnya.

Tetapi taktik yang diterapkan oleh Jose Mourinho tersebut tidaklah berjalan dengan lancar. Manchester United memperoleh hasil yang negatif dan dengan hasil tersebut akhirnya dirinya harus angkat kaki dari Old Trafford pada 18 Desember 2018.

Manajer sementara asal Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer angkat bicara dan mengkriktik strategi kepelatihan dari Jose Mourinho

Dan semenjak berada dibawah kepelatihan dari Ole Gunnar Solskjaer pada 19 Desember, Mu kembali berhasil menunjukkan identitas sebenarnya yaitu dirinya mampu bermain dengan permainan yang atraktif dan menyerang.

Dengan demikian, Solskjaer berhasil membawa skuat dari klub berjulukan The Red Devils ini memperoleh enal kali kemenangan secara berturut-turut. Terbaru ini, mereka berhasil mengalahkan Tottenhan Hotspurs dengan skor 1 – 0 pada pekan ke-22 ajang Premier League, di Stadion Wembley.

Dengan perolehan tersebut, Ole Gunnar Solskjaer adalah sosok manajer yang pertama kali dalam sejarah Manchester United mampu meraih enam kali kemanangan secara berturut-turut dalam debut awal kepelatihannya. Solskjaer juga berpeluang mendapatkan kontrak dari Mu secara permanen.